Showing posts with label pivot. Show all posts
Showing posts with label pivot. Show all posts

Thursday, September 25, 2014

Part 3: How To Analy... (Cost VS Potential Loss Approach)

Postingan ini adalah lanjutan terakhir dari pembahasan How To Analyze and Improve Flow Process Part 1 dan Part 2. silahkan buka kembali link tersebut untuk lebih memahami postingan dibawah.
Mungkin dalam setiap analisa proses bisnis—terutama bila sektor anda adalah swasta—faktor cost dalam setiap improvement merupakan elemen yang tidak boleh dilewatkan. Intinya, benefit yang didapatkan harus lebih besar dari cost yang dikeluarkan, dari margin cost dan benefit tersebut service level dari setiap improvement dapat diukur.
Melanjutkan postingan saya sebelumnya, inilah rangkaian akhir dari analisa dan propose solusi untuk problem yang kita dapati di Tim X (link) yang membahas bagaimana perhitungan cost-benefit dalam setiap improvement. Contoh yang saya berikan disini dibuat sesederhana mungkin untuk menghindari kompleksitas case yang mungkin muncul.
Pendekatan yang saya gunakan adalah Cost VS Potential Loss, dimana dalam hal ini kita akan membandingkan cost yang terpakai untuk menjalankan to-be process (proposed process), dan potential loss yang terjadi bila menggunakan as-is process (current process).
Asumsikan bahwa data-data dan informasi untuk menjawab pertanyaan dibawah telah kita dapatkan dari Tim X.
  1. Berapa rata-rata ongkos perbaikan tiap device?
  2. Apakah ada jenis-jenis perbaikan? Misalnya service only atau service+penggantian?
  3. Berapa rata-rata device yang rusak selama 1 minggu, 1 bulan?
Untuk data dibawah dapat dimintakan dengan Tim terkait yang menangani Operasi Lapangan, misalnya supervisor cabang, coordinator area lapangan dsb. Datanya adalah sbb:
  1. Rata-rata jumlah pekerjaan yang menggunakan device selama 1 hari
  2. Harga per 1 aktifitas yang menggunakan device yang dimasukkan ke billing
Dari data-data tersebut lakukan pengolahan sederhana, hingga didapatkan summary sebagai berikut :
Table diatas adalah summary jumlah device yang rusak dalam sebulan. Mulai dari November 2013 s/d September 2014. Semakin banyak history data yang dikumpulkan semakin baik, saya biasa menggunakan data 4-5 bulan kebelakang untuk menganalisa history dan habit di tiap proses.
Perlu saya jelaskan bahwa header internal service, service + repair, repair only sebelumnya tidak ada pada raw data yang diberikan oleh Tim X. Di bagian-bagian seperti inilah jam terbang Data Analyst diuji, untuk menggali lebih dalam berlian apa yang terkandung dalam data tersebut. Saya secara sederhana menggunakan asumsi dan sedikit konfirmasi dari Tim X untuk membuat header diatas bernilai valid.
Lebih jelasnya, coba perhatikan dua data pada table berikut :


Terdapat perbedaan sparepart fee yang cukup signifikan antara kedua table. Feeling saya pasti salah satu dari ini adalah ongkos service saja, tanpa penggantian part. Tinggal konfirmasikan dugaan tersebut ke Tim X untuk membuat hipotesa anda valid.
Selanjutnya, buatkan marking pada tiap baris untuk menandakan bahwa baris tersebut termasuk kategori Service Only atau dengan Service+Penggantian Part. Untuk marking dapat gunakan logic berikut di row Excel anda (di sebelah kiri kolom no PR, jika gunakan sample saya) :
IF {sparepart fee} > 75000, THEN “Service+Penggantian Part” ELSE “Service Only”
Bandingkan juga data tersebut dengan data lain yang anda dapatkan, misalnya Tim X dalam wawancara mengatakan bahwa ada perbaikan device yang bisa dilakukan sendiri secara Internal di Tim X sehingga tidak harus dikirim ke Vendor Perbaikan, buatkan juga remarks “Perbaikan di Internal” tersebut dalam data anda, sehingga perhitungan jumlah device yang benar-benar dikirim ke Vendor semakin akurat. Dalam olahan data kali ini saya representasikan header Internal Service adalah perbaikan di internal Tim X (dapat dilihat kembali di table Summary). Setelah selesai rapi-rapi data, create pivot tablenya ☺
Masih dengan sumber data di table yang sama, buatlah hitungan rata-rata biaya perbaikan baik untuk service only ataupun dengan penggantian. Kemudian lakukan kalkulasi sederhana sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :
Dari summary diatas didapatkan bahwa dibutuhkan deposit sebesar 13juta sebagai dana cadangan agar to-be process yang dapat menghemat waktu penyediaan device 3 minggu lebih cepat (link) dapat diimplementasikan.. ☺


Kembali ke pendekatan yang saya singgung diatas, selanjutnya kita akan menghitung potential loss bila as-is process masih tetap dijalankan. Mohon lihat sejenak table berikut :
Informasi diatas didapat dari hasil olahan data dari coordinator lapangan yang dicombine dengan rata-rata device unavaible pada hitungan sebelumnya.
  • Unavailable device : jumlah device yang tidak dapat digunakan oleh member operasional karena berada di Tim X untuk perbaikan
  • Average Activity/day : aktifitas rata-rata yang didapatkan 1 member operasional selama satu hari, yaitu di kisaran 20 aktifitas
  • Dengan perkalian dan penjumlahan sederhana akan didapatkan bahwa dalam 1 hari operasional kehilangan kesempatan untuk mencetak rupiah sebanyak 27 juta/days. Jika dikonversi ke jumlah hari kerja selama satu bulan, maka rata-rata jumlah device yang rusak akan mengakibatkan perusahaan kehilangan potential income sebesar 600 juta selama sebulan!
Silahkan bandingkan cost yang dibutuhkan sebesar 13 juta dengan potential loss yang muncul sebanyak 600 juta, jika management bersikeras masih menggunakan proses perbaikan device model terdahulu.. ☺


Dalam perhitungan cost-benefit menggunakan Excel, ada baiknya untuk menguasai beberapa fungsi dan formula yang berlaku di Excel. Fungsi vital yang harus dikuasai adalah VLOOKUP dan Pivot Table (Pivot Tutorial). selain itu juga, asah kemampuan untuk melihat data lebih dalam dengan membaca pola-pola yang ada. kumpulkan semua data yang relevan kemudian buatkan sebuah mindmap untuk mempermudah kita dalam mengeksplorasi data yang ada dan melihat keterhubungannya.
==========

Post ke depan saya akan sedikit cerita mengenai Personal Grooming dalam business process improvement. Insight ini saya dapat ketika berada dalam angkot jurusan Pasar Minggu - Depok, seorang pengamen tiba-tiba masuk dan bernyanyi dan selesai bernyanyi dengan belasan ribu di tangannya. silahkan sabar menunggu cerita menarik ini :)

Tuesday, September 16, 2014

Excel Pivot Table

Pivot Table/Chart merupakan fungsi dasar yang harus dimiliki oleh orang yang berkecimpung dalam analisa data. Fungsi ini dapat dengan mudah mengeluarkan ringkasan (summary) terhadap data yang sedang diolah.
Analogikan Anda mempunyai sekumpulan data mengenai hasil kerja engineer ATM. Data hasil kerja tersebut berisi setidaknya 8 Field dengan contoh field saya gambarkan sebagai berikut :
ATM_ID
Branch_Name
Location
Bank_Name
Hardware Condition
Software Status
Software Version
EngineerID
812818
Hypermart Cawang
Jakarta
BCA
Good
OK
v12.2
T1221
243636
Hypermart Cawang
Jakarta
Mandiri
Good
OK
v12.2
T1221
346363
Hypermart Cawang
Jakarta
BNI
Good
OK
v12.2
T1221
346363
Stasiun Cawang
Jakarta
BNI
Good
OK
v12.2
T1221
333633
RS. Bhakti Husada
Depok
BRI
Damage
Crash
v12.2
T1352
857945
Giant Cimanggis
Depok
BRI
Good
OK
v12.2
T1352
362315
Giant Cimanggis
Depok
Mandiri
Good
Crash
v12.2
T2982
Anda  ditugaskan membuat summary mengenai :
  1. Jumlah ATM dengan kondisi hardware rusak
  2. Jumlah ATM yang ditangani oleh masing-masing Engineer
Tanpa bantuan Pivot, mungkin anda akan melakukan rekap manual menggunakan fungsi Filter, membuat table baru untuk menyimpan masing-masing nilai, kemudian membuatkan diagram/chart-nya. Tentu hal diatas akan mengorbankan produktifitas. Oleh sebab itu, saya akan mengajarkan anda menggunakan fungsi Pivot Tablet agar pekerjan tersebut dapat lebih cepat dan lebih mudah.

  1. Blok keseluruhan data
  1. Klik Tab Insert, lalu Klik Tombol Pivot Table

  1. Pada isian create Pivot Table, abaikan pilihan yang diberikan. Pivot table akan di generate pada Sheet baru. Jika anda ingin mengubah lokasi sheet pivot table yang akan dibuat, Pilih opsi Existing Worksheet kemudian pilih Locationnya dengan menempatkan cursor pada sheet yang diinginkan. Jika selesai, klik OK
  1. Excel akan menampilkan Pivot Table Field yang merupakan relevansi data yang diblok di langkah sebelumnya (langkah 1). Pivot Table Field ini ada di bagian kanan Excel.
  1. Sekarang kita kembali ke objective kita sebelumnya, yaitu :
    1. Jumlah ATM dengan kondisi hardware rusak
Karena objektif disini adalah hardware yang rusak , maka Drag field Hardware_Condition ke Columns di Pivot Table Field. Lalu untuk menampilkan jumlah ATM-nya, drag field ATM_ID ke Report. *Jangan lupa set satuan pada Values menjadi Count, dengan mengeklik tanda panah kecil di Field ATM_ID, pilih Value Field Setting, kemudian pilih Count
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Dari Summary tersebut dapat dilihat bahwa ada 1 ATM yang rusak. Anda dapat bereksperimen lebih jauh dengan data tersebut. Coba drag Field Bank_Name ke area ROWS di Pivot Table Field. Summary apa yang dapat anda temukan dari data yang ditampilkan?

    1. Jumlah ATM yang ditangani oleh masing-masing Engineer
Buatlah pivot table baru mengikuti langkah 1-5 diatas. Drag ATM_ID ke field Values, kemudian drag field Engineer ke field ROWS, maka summary ATM yang dihandle oleh masing-masing Engineer akan ditampilkan.

Selanjutnya, selamat bereksperimen dengan Excel :)